Angkringan adalah warung kaki lima tradisional khas Jawa (berasal dari Klaten/Solo, populer di Yogyakarta) yang menggunakan gerobak kayu dengan atap terpal, menawarkan menu terjangkau seperti nasi kucing, aneka sate, dan wedang jahe . Konsep ini menyajikan suasana santai ("nangkring") dengan modal terjangkau (sekitar Rp5-15 juta) dan potensi keuntungan harian yang menjanjikan. Sejarah dan Filosofi Angkringan Asal Usul: Dikembangkan pertama kali oleh Mbah Karso (Jukut) dari Desa Ngerangan, Klaten, pada tahun 1930-an, kemudian bermitra dengan Mbah Wiryo di Solo. HIK: Di Solo, angkringan dikenal sebagai Warung HIK (Hidangan Istimewa Kampung/Klaten), awalnya menjajakan makanan terikan dengan pikulan sebelum berevolusi menjadi gerobak. Filosofi: Nama "Angkringan" berasal dari istilah Jawa " angkring " atau " nangkring ", yang menggambarkan kebiasaan pelanggan duduk santai dengan melipat kaki di kursi kayu panjang. Angkringan tetap populer ka...
Komentar
Posting Komentar